11 Pertanyaan Seputar HSE di Galangan Kapal

Beberapa hari yang lalu saya ditelepon oleh seorang teman yang sudah cukup lama bekerja di bidang keselamatan kerja. Hanya saja ia belum pernah bekerja di galangan kapal. Tujuannya menelepon saya kali ini untuk mengajak berdiskusi tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di galangan kapal.

Bukan pertama kali, sebelumnya sudah beberapa kali saya mendapatkan berbagai pertanyaan terkait pekerjaan di galangan kapal. Hal ini yang membuat saya berpikir untuk membuat tulisan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Hitung-hitung, berbagi cerita tentang “keseruan” bekerja di galangan kapal.

Berikut saya rangkum 11 pertanyaan yang sering ditanyakan terkait HSE (Health, Safety and Environment) di galangan kapal:

1. Apa yang menjadi perhatian utama terkait keselamatan kerja di galangan kapal?

Banyak. Tetapi intinya adalah kenali flow process aktivitas di lingkungan kerja, kenali mesin-mesin dan peralatan yang digunakan dalam bekerja, kenali komposisi manpower atau tenaga kerja yang ada. Hal tersebut sebagai dasar dalam proses identifikasi sumber-sumber bahaya, penilaian risiko dan penentuan rekomendasi pengendalian bahaya.

2. Seperti apa struktur organisasi K3 di galangan kapal?

Sama dengan struktur organisasi perusahaan-perusahaan manufaktur lainnya. Di galangan kapal biasa digunakan istilah HSE Commitee untuk P2K3 (panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja). Komposisi strukturnya terdiri atas ketua, sekretaris dan anggota.

Posisi ketua HSE Commitee sedapat mungkin diisi oleh pimpinan tertinggi di perusahaan. Untuk posisi sekretarisnya adalah seorang Ahli K3 Umum, sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja RI. Anggota HSE Commitee sebaiknya terdiri atas pengurus dan perwakilan pekerja. Hal ini dimaksudkan agar komunikasi antara manajemen dan pelaksana bisa terjalin dengan baik.

Untuk petugas K3 atau HSE di galangan kapal biasa digunakan beberapa istilah:

  • QHSE Manager, 
  • HSE Supervisor, 
  • HSE Officer
  • HSE Inspector  

3. Standar dan regulasi K3 yang perlu diterapkan di galangan kapal?

  • Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja,
  • Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, 
  • Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan
  • Peraturan-peraturan menteri lainnya yang berkaitan dengan aktivitas kerja di galangan kapal

Tidak ada peraturan atau standar khusus terkait K3 di galangan kapal. Umumnya tetap mengikuti semua regulasi-regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Misalnya bekerja di ketinggian, ruang terbatas, penggunaan bahan berbahaya dan beracun (B3), Unit penanggulangan kebakaran di perusahaaa, pesawat angkat dan angkut, dan peraturan-peraturan lainnya.

4. Potensi bahaya utama di galangan kapal?

  • Kerja panas (hot work) dan penggunaan gas-gas bertekanan berpotensi menimbulkan kebakaran dan ledakan,
  • Bekerja di ketinggian berpotensi orang terjatuh dari ketinggian atau tertimpa benda,
  • Aktivitas di ruang terbatas (confined space entry) berpotensi bahaya keracunan gas dan ledakan
  • Lifting operation (kegiatan pengangkatan) berpotensi pesawat angkat ambruk dan tertimpa beban atau material,
  • Kebutuhan listrik yang cukup banyak dan bersifat temporary berpotensi terjadi kebocoran arus dan menyebabkan sengatan listrik atau short circuit,
  • Pekerjaan penarikan (docking) kapal dengan metode air bag melibatkan pekerjaan stressing tali baja dan airbag yang berpotensi bahaya snap-back dan ledakan,
  • Kegiatan sandblasting, selain kebisingan, high pressure, yang tak kalah pentingnya diperhatikan adalah potensi banaya yang berakibat timbulnya penyakit akibat kerja (PAK) dari penggunaan pasir silika.  

5. Bagaimana pengawasan terhadap K3?

Kejadian atau insiden yang berakibat fatal secara beruntun dalam waktu dekat terjadi di galangan kapal. Itu adalah bukti bahwa pengawasan terhadap industri ini masih lemah atau belum maksimal dijalankan. 

6. Hambatan apa saja dalam penerapan program K3?

  • Anggaran untuk program K3 yang minim

Perlu diketahui bahwa nilai proyek mempengaruhi anggaran keselamatan kerja. Harus diakui bahwa proyek-proyek konstruksi, termasuk konstruksi kapal di negeri ini dihargai cukup rendah. Sehingga untuk jatah anggaran harus dipangkas sana sini, termasuk anggaran K3. 

  • Jadwal produksi yang padat dan berubah-ubah

Seperti sebuah bahan jualan bahwa penyelesaian proyek secara cepat dan on time menjadi nilai tambah untuk sebuah galangan kapal. Para pemilik kapal akan memilih galangan yang bisa menjanjikan waktu pekerjaan dengan cepat. Sementara, aktualnya segala keterbatasan bisa muncul dalam proses pekerjaan proyek. Salah satunya faktor cuaca.

  • Tenaga kerja yang majemuk

Sumber daya manusia yang bekerja di galangan kapal bisa dari berbagai macam latar budaya, usia yang seringkali tidak dikontrol, latar pendidikan, dari yang tingkat tinggi hingga yang buta huruf sama sekali, dengan pengalaman kerja yang berbeda-beda. Hal ini bisa menjadi salah satu “threat”.

6. Seperti apa sistem kontrak kerja di galangan kapal?

Sama seperti yang diatur dalam undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dengan beberapa penyesuaian untuk kebutuhan pekerjaan, tenaga kerja akan dikontrak sesuai dengan proyek kapal yang akan dikerjakan. 

Beberapa pekerjaan proyek pembangunan dan perbaikan kapal juga diserahkan kepada pihak ketiga atau subkontraktor. Biasanya tim subkontraktor yang mengerjakan proyek kapal menerapkan sistem borongan kepada timnya. 

Dalam proses kerja dengan sistem borongan perlu mendapatkan ekstra perhatian untuk pengawasan K3. Tabiat pekerja biasanya hanya mengejar hasil yang banyak tanpa memperdulikan faktor-faktor keselamatan diri dan orang lain di sekitarnya. 

7. Mengenai pencemaran lingkungan, limbah apa saja yang perlu dikontrol di galangan kapal?

  • Metal scrap atau limbah-limbah jenis logam dari proses replating atau penggantian bagian-bagian kapal yang berbahan logam,
  • Limbah cair dari kegiatan cleaning area kamar mesin dan tangki-tangki kapal,
  • Kaleng bekas cat dan thinner sisa kegiatan coating pada kapal,
  • Limbah-limbah jenis cair lainnya dari perbaikan engine kapal atau alat-alat support,
  • Sisa pasir dari kegiatan sandblasting,
  • Limbah karet dari bekas dabrah atau tire fender

Akan masih ada banyak jenis limbah lainnya, tergantung pada proses kerja pada tiap-tiap galangan. HSE Officer perlu untuk lebih jeli dan memperluas referensi untuk dasar dalam pengawasan. 

8. Keahlian apa yang dibutuhkan untuk HSE Officer galangan kapal?

Identifikasi; sumber-sumber potensi bahaya, jenis-jenis bahaya dan regulasi atau persyaratan apa saja yang perlu dipenuhi terkait dengan kegiatan di lingkup kerja galangan kapal.

Analisis; melakukan analisis terhadap data hasil identifikasi bahaya, melakukan assessment untuk menentukan tingkat resiko dan menentukan rekomendasi pengendalian bahaya dan pemenuhan persyaratan standar atau regulasi. 

Komunikasi; kemampuan dalam memaparkan hasil analisis, melakukan negosiasi terhadap pimpinan atau pengambil keputusan di dalam perusahaan dan melakukan sosialisasi atau promosi kepada tenaga kerja.

9. Seperti apa jam kerja di galangan kapal?

Jam kerja normal dari pagi, sekitar jam 08.00 sampai pukul 16.00 sore. Ada jam istirahat siang selama 1 jam. Hari kerja dari Senin sampai dengan hari Jum’at, beberapa perusahaan juga menerapkan wajib masuk hari Sabtu. 

Untuk beberapa kondisi pekerjaan harus dilakukan di luar hari dan jam kerja normal tersebut. Ada kalanya pekerjaan dilakukan di hari minggu atau hari libur nasional lainnya, pada malam hari, bahkan hingga subuh jika ada target pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

Kegiatan yang seringkali dilakukan di luar jam kerja normal, misalnya untuk proses docking  seringkali tidak mengenal waktu, karena mengikuti pasang surut air laut. 

10. Berapa kisaran salary untuk HSE di Galangan Kapal?

Nah yang ini rahasia… Tapi tergantung negosiasi dengan perusahaan. Biasanya dipengaruhi oleh kondisi perusahaan, jika ia adalah perusahaan dengan pasar yang cukup luas, kesempatan mendapatkan salary  tinggi mungkin ada. Kisarannya, dari nominal untuk gaji UMK sampai dua digit. 

11. Apa tips menjadi HSE Officer di Galangan Kapal?

Banyak belajar dan jangan BAPER!

Penutup

Ini adalah catatan pribadi saya selama bekerja di bidang ini, berdasarkan pengamatan secara langsung, referensi yang pernah saya baca, atau pun hasil diskusi dengan rekan-rekan lain yang berada di industri yang sama. Tulisan ini sama sekali tidak untuk menggambarkan kondisi perusahaan-perusahaan di mana tempat saya pernah bekerja.

Semoga memberikan informasi bermanfaat. Salam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *