Monthly Archives: May 2020

K3 pada Alat Bertekanan (High Pressure Equipment)

Balon salah satu alat bertekanan (high pressure equipment)
Airbag merupakan alat yang dikempa dengan udara bertekanan untuk menopang bobot kapal saat dinaikkan ke area dockyard

Kegiatan pengujian kebocoran pada tangki kompartemen kapal, perpipaan, dan bagian-bagian kedap lainnya memerlukan kegiatan yang melibatkan tekanan tinggi (high pressure). Air test contohnya, dilakukan dengan memompa udara kedalam tangka hingga mencapai tekanan tertentu untuk melihat apakah terdapat kebocoran atau tidak pada hasil las-lasan tangka kapal.

Demikian pula dengan hydrotest yang dilakukan untuk menguji kebocoran pada sambungan perpipaan. Kegiatan ini juga menggunakan tekanan untuk mengalirkan air di dalam pipa untuk mengukur ketahanan sambungan perpipaan guna menjamin kehandalan instalasinya.

Untuk membersihkan permukaan pelat pada body (hull) kapal dilakukan kegiatan blasting, baik menggunakan media pasir maupun air. Kegiatan ini juga melibatkan high pressure untuk menyemprotkan media blasting.

Pada beberapa galangan kapal menaikkan kapal untuk kegiatan dry dock dengan menggunakan airbag (balon). Kegiatan pemompaan airbag juga melibatkan high pressure.

High Pressure Equipment (ALat kerja bertekanan)

1. Kompressor

Kompressor dengan berbagai ukuran seringkali didapati pada sebuah galangan kapal. Hal ini mengingat bahwa memang pekerjaan di galangan kapal banyak membutuhkan kompressor.

Periksa dan lakukan perawatan secara berkala terhadap kompressor, pastikan perlengkapan keselamatannya (safety device) ada dan berfungsi dengan baik.

Perhatikan safety release (safety valve) berfungsi, clamp-clamp, hose-hose dalam kondisi utuh dan tidak melampaui masa kadaluarsanya, terdapat safety wire pada setiap sambungan (coupling), terdapat pressure gauge, tabung kompressor telah diuji dan berizin dari dinas tenaga kerja.

  • Periksa peralatan setiap kali akan digunakan, pastikan kondisinya layak pakai
  • Lengkapi setiap peralatan keselamatan (safety device) yang diperlukan pada alat kerja, misalnya wire safety pada coupling hose compressor, safety valve, manometer/pressure gauge,
  • Analisa potensi bahaya dan tentukan area-area yang mungkin terdampak jika terjadi kegagalan peralatan,
  • Sedapat mungkin batasi akses masuk area yang terdampak dan jaga jarak aman dengan cara memberi penanda (rambu-rambu) keselamatan
  • Lakukan pengujian dan sertifikasi dari pihak eksternal yang legal (misalnya PJK3) untuk peralatan bertekanan yang digunakan

2. Tabung-tabung bertekanan (Pressurized Cylinders)

High pressure equipment
Tabung-tabung bertekanan berisi gas untuk pekerjaan panas

Aktivitas kerja di galangan sangat banyak membutuhkan pemakaian tabung-tabung gas bertekanan, diantaranya oksigen, LPG dan asetilin. Namun tahukah anda jika tabung-tabung gas bertekanan ini memiliki potensi bahaya yang besar. Sehingga dalam penggunaannya diperlukan penanganan yang benar untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Beberapa hal yang perlu diketahui dalam menggunakan tabung gas bertekanan, yakni diantaranya:

  1. Tempatkan tabung-tabung gas dalam posisi berdiri (vertikal) pada pallet atau rak atau dalam keadaan terikat agar tidak mudah rebah
  2. Saat mengangkut tabung gas, gunakanlah pallet atau rak. Jika memindahkan tabung secara manual, gunakanlah cradle atau putarlah tabung tetap dalam posisi berdiri. Menyeret atau menggelindingkan tabung gas dapat mengakibatkan kerusakan pada tabung tersebut.
  3. Pastikan tidak ada kebocoran pada sambungan-sambungan, gunakan cairan sabun untuk mendeteksi kebocoran gas. Jangan menggunakan peralatan jika terjadi kebocoran gas, perbaiki atau lakukan penggantian
  4. Sebelum melakukan cutting, pastikan flashback arrester sudah terpasang pada regulator dan cutting torch untuk mencegah terjadi nyala api balik.
  5. Tempatkan tabung pada posisi yang aman dan tidak mengganggu lalu lalang kendaraan
  6. Jangan pernah melakukan pekerjaan panas di dekat benda-benda yang mudah terbakar (jarak minimal 5 meter). Pastikan agar benda yang mudah terbakar tidak terkena api dari aktivitas panas
  7. Pastikan terdapat fire extinguisher yang mudah dijangkau saat melakukan pekerjaan menggunakan oxyfuel cutting
  8. Usai melakukan pekerjaan cutting, pantau lokasi kerja untuk memastikan tidak ada nyala api yang tersisa
  9. Tutup valve tabung yang sudah kosong, berikan penanda (CYLINDER EMPTY, DON’T USE)
  10. Pasang cap penutup valve tabung oksigen saat sedang tidak digunakan
  11. Pada penyimpanan tabung, pisahkan antara tabung gas oksigen dengan tabung incompatible gas, semisal LPG atau asetilin. Pastikan area penyimpanan dilengkapi dengan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.