Monthly Archives: July 2020

Keselamatan Kerja Penggunaan Listrik di Galangan Kapal

Listrik masih menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk menunjang operasional kerja di galangan kapal

Kita tahu, listrik merupakan suatu kebutuhan namun juga memiliki potensi bahaya yang dapat merugikan, baik berupa kerugian harta benda maupun jiwa manusia. Potensi bahaya listrik yakni berupa sengatan arus yang menyebabkan henti jantung dan luka bakar. Selain kepada manusia, potensi bahaya kebakaran dari penghantar arus yang overload atau sambungan yang buruk.

Sebelum menggunakannya, perlu bagi kita mengenali sifat-sifat listrik. Di sini saya ingin mengulas tentang penggunaan energi listrik di galangan kapal. Penggunaan arus listrik di galangan kapal meliputi:

  • kebutuhan mesin las,
  • mesin gerinda,
  • mesin blower,
  • lampu penerangan
  • Dan berbagai macam peralatan lainnya yang memerlukan tenaga listrik sebagai sumber energi. Dapat saya katakan bahwa fungsi tenaga listrik cukup penting dalam kegiatan operasional di galangan kapal.

Resiko Penggunaan Listrik di Galangan Kapal

1. Aktivitas di tempat terbuka (outdoor)

Penggunaan tenaga listrik di outdoor perlu menjadi perhatian bagi karyawan dan pengurus di perusahaan. Kondisi cuaca hujan dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Mengingat bahwa resiko sengatan arus listrik dapat meningkat saat peralatan dalam kondisi basah. Demi keselamatan, kerja, sangat dianjurkan penggunaan alat kelistrikan yang kedap air (waterproof). Meskipun harga peralatan mungkin sedikit lebih mahal, namun tingkat keselamatannya tentu lebih terjamin.

2. Lokasi berpindah-pindah titik (portable)

Selain outdoor, aktivitas di galangan kapal umumnya dilakukan secara berpindah-pindah. Sehingga peralatan listrik yang digunakan bersifat sementara (temporary). Kondisi ini berdampak pada meningkatnya resiko kerusakan isolator peralatan yang disebabkan oleh perpindahan peralatan. Perlu tanggung jawab setiap karyawan dalam mencegah kerusakan yang dapat menyebabkan terjadinya kebocoran arus listrik. 

3. Medan kerja bersifat konduktor

Konstruksi kapal yang berupa logam adalah penghantar arus listrik (konduktor) yang baik. Bekerja di atas kapal berarti berada di permukaan logam yang secara keseluruhannya merupakan penghantar arus listrik. Kebocoran arus listrik pada satu titik akan terhubung ke seluruh permukaan pelat kapal. Ini sangat penting diperhatikan.

Keselamatan dalam Penggunaan Listrik di Galangan Kapal

Demi alasan keselamatan dalam penggunaan arus listrik maka diperlukan perlengkapan keselamatan (safety device). Untuk peralatan-peralatan kerja yang digunakan harus dilengkapi dengan;

  • circuit breaker pada panel listrik yang berfungsi untuk memutuskan arus secara otomatis jika terjadi hubungan singkat (short circuit),
  • sitstem pembumian (grounding) yang berfungsi menyalurkan arus listrik jika terjadi kebocoran.
  • tombol darurat (emergency button)
  • rambu peringatan tanda bahaya

Pengecekan alat kelistrikan secara rutin perlu dilakukan untuk memastikan peralatan dalam keadaan aman untuk digunakan. Pemasangan grounding juga penting dilakukan dari body kapal (hull) untuk menyalurkan arus listrik menuju ke tanah. Perlu untuk memastikan bahan grounding yang digunakan memiliki daya hantar yang baik (disarankan maksimal tahanan 5 ohm) atau sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. 

Saat sedang melakukan pekerjaan di sekitar panel listrik atau generator, gunakanlah alat pelindung diri untuk pekerjaan kelistrikan berupa:

  • safety helmet,
  • sarung tangan karet,
  • sepatu yang mampu mengisolasi energi listrik (insulated).
  • pakaian atau baju coverall

Tips Aman Penggunaan Arus Listrik di Galangan Kapal

  • Hilangkan energi listrik sebelum memulai pekerjaan perbaikan, menyambungkan kabel, atau saat sedang melakukan maintenance rutin. Jangan pernah menduga-duga sebelum memastikan bahwa sumber energi telah diputuskan. Gunakan test pen untuk memastikannya.
  • Pastikan power listrik dalam posisi OFF sebelum melakukan perbaikan peralatan listrik
  • Gunakan sistem LOTO (Lock Out Tag Out) sebelum melakukan pekerjaan perbaikan listrik. 
  • Pastikan anda mengetahui tombol emergency STOP, saklar dan sumber power listrik.
  • Periksa kabel-kabel power untuk menghindari kerusakan insulator yang menyebabkan kebocoran arus listrik. Kabel sambungan hanya boleh digunakan untuk sementara waktu, tidak boleh dipasang permanen.
  • Perhatikan tangga, stik/galah, atau benda-benda yang dapat menghantarkan listrik saat menggunakan peralatan di dekat kabel jalur kabel power listrik. Petugas harus selalu memastikan di sekitarnya aman dari jangkauan arus listrik, jangan sampai menjadi diri sendiri sebagai penghantar arus listrik.
  • Berikan dan perhatikan tanda/label tentang adanya arus listrik
  • Jangan melakukan penggalian di area yang belum dipastikan posisi kabel power yang tertanam di tanah. Laporkan ke petugas electrical perusahaan untuk memastikan titik lokasi kabel power.
  • Panel-panel listrik harus ada grounding
  • Sediakan rak-rak untuk mesin/travo las, atau jika memungkinkan, gunakan mesin las/trafo yang didesain untuk pemakaian outdoor.
  • Rak-rak mesin las/travo yang ada di maindeck harus dilapis dengan bahan isolator pada alasnya agar  tidak terhubung langsung dengan lantai deck/body kapal
  • Perhatikan penggunaan blower di atas maindeck, alas blower harus bersifat isolator untuk mencegah kebocoran arus ke pelat maindeck,
  • Pengecekan pada blower menggunakan tespen perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran arus listrik
  • perhatikan kemungkinan terjadinya flash arc saat menghidupkan tombol power, hal ini dapat menimbulkan percikan api dan berakibat luka bakar serius.

Pencegahan sengatan listrik pada pengelasan:

  • Wewenang operator (welder) hanya sebatas kabel las dari stang las dan massa hingga pada socket (connector) yang ada di mesin/trafo las, menghidupkan dan mematikan mesin las, mengatur ampere pada mesin las yang akan digunakan
  • Clamp kabel massa harus terpasang dengan benar pada material yang sedang dilas
  • Kondisi pakaian, sarung tangan dan sepatu harus benar-benar kering pada saat melakukan pengelasan
  • Letakkan stang las pada tempat yang dapat mengisolasi arus listrik saat sedang tidak digunakan
  • Matikan mesin las saat istirahat atau akan meninggalkan tempat pengelasan
  • Lepaskan, gulung dan rapikan kabel-kabel las saat usai bekerja

Kondisi berbahaya saat tangan, sarung tangan, pakaian kerja dan sepatu dalam kondisi basah ketika sedang melakukan pekerjaan pengelasan.

Sengatan arus listrik juga dapat terjadi ketika stang las diletakkan pada benda kerja, hal ini disebabkan karena arus plus dari clamp massa terhubung dengan arus minus pada stang las

Penutup

Listrik adalah kebutuhan, namun memiliki potensi bahaya bagi manusia dan harta benda. Dengan melakukan upaya-upaya pengendalian resiko, listrik dapat mempermudah kehidupan manusia.

Lebih baik mengeluarkan sedikit tambahan biaya untuk menyediakan peralatan listrik yang aman, daripada menanggung kerugian yang tidak akan pernah bisa dibeli kembali. Jiwa manusia.