Asus ExpertBook B3 Flip, Laptopnya Generasi Agile

Ramalan Masa Depan

Source: Pixabay

Di dalam bukunya Alec Ross, seorang pakar futuris Amerika mengatakan bahwa di masa yang akan datang, manusia akan bersaing dengan robot. Masa depan yang dimaksud dalam buku si Alec Ross adalah masa yang dimulai dari sekarang.

Teman-teman pasti sudah pernah melihat (minimal nonton videonya) mobil tanpa supir yang diproduksi oleh Tesla, perusahaan milik Elon Musk. Nah ini salah satu contoh tergantikannya manusia dengan mesin. Kasihan kan orang-orang yang profesinya sebagai driver.

Dulu ada teman saya perawat yang bekerja di Jepang. Tugasnya adalah merawat orang-orang lanjut usia di sana. Akan tetapi sekarang dia sudah pulang ke kampungnya di Nusa Tenggara Barat. Konon menurut buku The Industries of The Future yang ditulis si Alec Ross tadi, di Jepang sana tengah dikembangkan robot-robot yang nantinya menggantikan perawat lansia. Kalau dipikir-pikir kasihan juga teman saya ini, dia akan digantikan oleh robot.

Ada kekhawatiran akan tergesernya peran manusia karena dominasi robot. Teman-teman bisa membayangkan sebuah robot yang selalu terhubung dengan jaringan internet. Mereka bisa mengakses informasi lebih cepat daripada manusia. Sebelum sempat membuka gadget untuk searching di Google, robot sudah jauh lebih dulu memahami apa yang harus dilakukan. Kalah gercep kita.

Hal seperti itu akan terus berlanjut, dan semakin banyak peran yang nantinya tergantikan oleh robot dan komputer atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Jika tidak siapkan diri dari sekarang, mungkin kita akan menonton robot-robot itu bekerja, sementara kita bingung tidak punya penghasilan.

Robot vs Manusia

Source: Pixabay

Meskipun canggihnya luar biasa, tetapi robot dan Artificial Intelligence (AI), tidak akan pernah bisa menyamai keunikan manusia. Dengan catatan, manusia memahami bagaimana mereka bekerja. Berikut kemampuan yang hanya dimiliki oleh manusia dan tidak akan mampu tergantikan oleh robot atau AI:

Empati, dalam interaksi antar manusia, ada komunikasi non verbal yang hanya dapat diungkapkan dan dipahami oleh manusia. Kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain di sekitarnya, inilah empati. Robot tidak akan pernah memilikinya.

Kreativitas, memikirkan ide dan menghasilkan sebuah kreasi, dari yang tidak ada menjadi ada. Manusia mampu menghadirkan ide dari kebebasan imajinasinya. Kreativitas manusia tidak akan tergantikan oleh robot.

Bidang Peradilan, betapa kakunya jika hukum ditentukan oleh robot. Tidak ada resolusi konflik dan negosiasi dari sisi kemanusiaan. Ini alasannya mengapa urusan peradilan tidak boleh ditangani oleh robot.

Perencanaan, insting manusia mampu mendeteksi perubahan dan melihat peluang kejadian, hal ini sebagai dasar dalam membuat perencanaan. Robot tidak mampu membuat perencanaan.

Keterampilan Fisik, selincah dan seluwes apa pun robot bergerak tidak akan menggantikan keindahan bermain sepak bola ala Lionel Messi atau Ronaldo. Dan tarian manusia pasti lebih menarik ditonton daripada robot dancing.

Manajemen Tekonologi, kemampuan merancang, melakukan pemeliharaan, mengatur cara pengoperasian dan menyempurnakan setiap kekurangan pada sistem hanya dimiliki oleh manusia, yakni kemampuan manajemen teknologi.

Kemampuan-kemampuan inilah yang seharusnya dimiliki oleh genesai agile.

Era Generasi Agile

Source: ASUS

Selama ini kita mengenal beberapa istilah generasi:

  • Baby boomers, yakni mereka yang lahir sebelum tahun 1960,
  • Generasi X adalah mereka yang lahir antara tahun 1961 – 1980,
  • Selanjutnya ada generasi Y atau generasi millennial yang lahir antara tahun 1981 – 1994,
  • Generasi Z, yakni mereka yang lahir antara tahun 1995 – 2010,
  • Terakhir ada generasi Alpha, mereka yang lahir antara tahun 2010 sampai dengan sekarang.

Agile artinya lincah, gesit dan tangkas. Generasi agile adalah orang-orang yang memiliki pola pikir lincah, gesit  dan tangkas untuk membuat sebuah perubahan atau merespon perubahan itu sendiri. Generasi agile selalu beradaptasi pada setiap keadaan di mana ia berada, mampu membaca situasi, memprediksi, serta memutuskan langkah tepat yang harus segera diambil.

Lalu siapa generasi agile sebenarnya?, berapa usia mereka saat ini?.

Jawabannya tidak ada angka usia yang spesifik. Karena generasi agile ini didasari pada pola pikir. Jika seseorang memiliki mindset terbuka, kritis pada perubahan, fleksibel, dan mampu beradaptasi pada setiap kondisi, maka mereka memenuhi kriteria sebagai generasi agile.

Berani Berubah

Saya dan si Black

Saya adalah generasi agile. Boleh dong kalau saya mengaku sebagai generasi agile. Meskipun belum agile sejati, tetapi setidaknya towards lah yah. Saya sedang berproses untuk menjadi generasi agile yang sesungguhnya. Kenapa kok saya pede mengakui diri sebagai generasi agile?. Ada sejarahnya.

Alasan saya berani menyatakan diri sebagai generasi agile, karena saya berani memilih untuk berubah. Dulunya saya adalah karyawan tetap di perusahaan, dengan jumlah gaji lumayan lah, ada bonus, fasilitas kesehatan dan tunjangan lainnya. Saya bisa hidup tenang dengan gaji yang sudah pasti setiap bulannya. Bahkan pada saat pandemi Covid-19, sebagian besar perusahaan melakukan PHK, kami justru masih bisa dapat bonus dari perusahaan. Enak yah?.

Tetapi hidup saya monoton, tidak banyak yang bisa saya lakukan. Sudah delapan tahun saya menjalani hidup seperti itu. Saya tunduk dan hanya mengikuti semua keinginan manajemen perusahaan. Saya merasa ini tidak baik buat pengembangan diri saya. Bulan Agustus 2021 saya resign dari perusahaan dan memutuskan mengerjakan job-job freelance. Saya menantang diri untuk beradaptasi dengan dunia luar.

Kembali lagi ke pertanyaan, kenapa saya pede mengaku sebagai generasi agile? Jawabannya karena saya berani memilih dan berani melakukan perubahan pada diri saya. Cieehhh….

Turbulensi Pertama

Selepas dari perusahaan, saya mulai mengatur hal-hal yang bisa saya kerjakan untuk memenuhi kebutuhan saya dan keluarga. Tentu tidak jauh-jauh dari keterampilan dan pengalaman saya. Saya menulis artikel atau menyusun modul untuk perusahaan jasa pelatihan. Mengisi kelas training ahli Keselamatan Kerja dan Hiperkes atau menyusun dokumen-dokumen persyaratan yang harus dipenuhi oleh proyek.

Semua perkerjaan saya lakukan dengan sistem kerja lepas atau freelance. Saya menggunakan laptop pribadi dan menjadikan salah satu kamar kontrakan saya sebagai ruang kerja. Awalnya, semua berjalan baik-baik saja, ditambah lagi semangat saya high karena merasa ini adalah pekerjaan yang selama ini saya idam-idamkan.

Tetapi tidak ada jalan yang selamanya mulus, terkadang ada saja batu atau kerikil yang mengganjal. Ada pengalaman yang tidak mengenakkan terkait keterbatasan wifi dan listrik mati. Waktu itu saya sedang ada kelas training online. Pada saat tengah memaparkan materi, tiba-tiba listrik di rumah padam. Otomatis wifi juga hilang, dan untuk kembali terkoneksi, saya butuh waktu cukup lama. Ini tentu mengurangi performa saya di mata peserta pelatihan dan juga lembaga training yang memakai jasa saya.

Kasus kedua yang pernah saya alami adalah pada saat saya sedang melakukan meeting online dengan klien dari Jakarta dan Italia. Di waktu yagn besamaan, listrik padam sampai hampir empat jam. Soal jaringan wifi yang hilang, saya masih bisa atasi dengan teathring dari handphone. Tetapi apesnya laptop saya juga ikut lowbat waktu itu. Kacau pokoknya, kalau klien yang di Jakarta mungkin masih bisa maklum karena sesama Indonesia, tapi klien yang dari Italia ini. Malu kita.

Itu adalah turbulensi pertama semenjak saya berani keluar dari zona nyaman sebagai karyawan tetap. Dan mungkin akan banyak turbulensi berikutnya. Fasten your seatbelt ajalah. Oh iya, supaya kalian tidak penasaran di mana sih kota yang listriknya suka padam tiba-tiba dan lama?. Sini saya bisikin, tapi jangan bilang-bilang ke orang lain yah! Kota tempat tinggal saya itu bernama Tarakan.

ASUS TP 300LD DW102D alias si Black saat saya gunakan untuk mengisi Training online
Si Black pada tahun 2019 dalam sebuah pelatihan karyawan galangan kapal

Si Black, Partner Tua

Sehebat apa pun, tidak ada yang bisa melawan waktu. Termasuk si Black, partner handalan saya selama ini. Dia adalah laptop Asus TP 300LD DW102D. Laptop yang cukup keren di zamannya, tepatnya enam tahun lalu saat saya baru membelinya. Putaran engselnya 360 derajat dan layar sentuh sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai posisi. Covernya berbahan metal dan dimensi body yang tipis membuat laptop ini terlihat sangat elegan.

Software-software semakin berkembang untuk mempermudah pekerjaan, tetapi mereka butuh perangkat yang kompatibel. Sementara si Black, laptop Asus TP 300LD milik saya masih menggunakan prosesor jadul yang membuatnya kewalahan mengimbangi perkembangan. Waktu telah mengikis sedikit demi sedikit kehebatan laptop ini.

Life must go on, pengalaman yang tidak enak karena terkendala masalah performa laptop membuat saya harus mengambil pilihan. Tetap setia menggunakan si Black dengan catatan harus ekstra sabar, atau mencari perangkat baru yang bisa mendukung agilitas saya. Dan pilihan saya harus pada opsi kedua, yakni mencari perangkat baru.

Pilihan saya tetap pada Asus, ikatan emosional pada si Black membuat saya merasa harus mencari pengganti yang berasal dari generasinya. Dan benar saja, setelah searching sana sini, saya tergoda pada salah satu produk yang baru saja dirilis pertengahan tahun 2022 ini. Dia adalah Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3024).

Dia Kuberi Nama Si Agile

Secara sepintas dia ada kemiripan dengan si Black, engselnya bisa dilipat 360 derajat dan touch screen juga. Tapi mereka berasal dari generasi yang jauh berbeda. Jika si Black processornya masih menggunakan Intel Core i3 4030U-1.9Ghz, Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.

Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) juga dilengkai dengan memori DDR4 dengan kapasitas 16 GB dan masih bisa diupgrad hingga 48 GB, penyimpanan berupa PCIe M.2 SSD berkapasitas sampai 1 TB. Kombinasi komponen ini membuat ExpertBook B3 Flip tampil dengan performa yang gesit. Jika menggunakan perangkat ini ,saya nantinya tidak perlu lagi menahan sabar menunggu proses start up.

Terus apa lagi kelebihan Laptop Bisnis ASUS ExperBook B3 Flip (B3402) dibandingkan si Black?, jawabannya SANGAT BANYAK (aduh maaf yah Black, saya harus jujur di sini). Bagaimana tidak, laptop ini sudah didukung oleh konektivitas 4G LTE. Jadi bisa tetap terhubung ke internet meskipun tanpa jaringan wifi. Ini sangat cocok dengan kondisi daerah tempat tinggal saya yang memang masih terbatas jaringan wifi.

Selain processor generasi terbaru, kemampuan koneksi internet tanpa perlu jaringan wifi, Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) juga punya kelebihan dari sisi ketahanan baterai. Kabarnya, hanya perlu waktu 1 jam 30 menit untuk charging baterai 50 Wh, 3-cell, Li-on sudah bisa bertahan digunakan selama kurang lebih 12 jam. Seharusnya dengan perangkat ini pekerjaan saya tidak perlu lagi terkendala masalah seringnya mati lampu.

Body ramping dengan dimensi 32,9 x 22,39 x 1,93 cm, perangkat ini memiliki bobot hanya 1,61 Kg, membuatnya mudah dibawah kemana-mana. Dari keunggulan-keunggulan Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) ini sudah cukup menjadi alasan jika dia pantas menyandang gelar si Agile. Sepakat yah…?

Spesifikasi Laptop Agile

Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip
Source: ASUS

Dilengkapi Wifi 6 untuk Akses Super Kencang

Selain bisa menggunakan kartu sim 4G sendiri, si Agile Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip dilengkapi Wifi 6 sehingga konektivitasnya lebih cepat, dan lebih aman untuk selalu dihandalkan. Kecepatan transmisi tertingginya bisa mencapai 9,6 Gbps. Itu setara dengan kecepatan unduhan 1.2 GB per detik. Kita tidak perlu buang-buang waktu untuk menunggu loading saat mengupload atau mendownload.

Mendukung Kebutuhan untuk Meeting Online

Mengikuti perkembangan era saat ini, di mana meeting secara daring (online) sudah menjadi rutinitas utama, Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip melengkapi dirinya dengan berbagai kebutuhan untuk itu. Di antaranya: fitur cerdas yang dapat meredam kebisingan dari speaker sehingga pengguna bisa tetap fokus saat meeting tanpa terganggu dengan suara-suara di sekelilingnya.

Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip dilengkapi dua kamera beresolusi tinggi 13 MP, pastinya sangat mendukung kegiatan meeting atau presentasi online. Kamera pertama berada di atas layar, letak kamera laptop pada umumnya. Satu kamera lagi yang berada di atas keyboard merupakan posisi yang tepat saat laptop digunakan mengambil gambar dalam mode tablet. Dan untuk menjaga privasi saat melakukan meeting online, sudah ada bagian penutup kamera (camera shield) yang bisa ditutup buka saat diperlukan.

Camera shield untuk melindungi privasi

Fast Charging Garaged Stylus Pen

Untuk keperluan menggambar, membuat catatan, perangkat ini sudah dilengkapi dengan handy garaged stylus yang bisa menghasilkan visual lebih detail. Handy garaged stylus terpasang terpasang pada holder yang berada pada body laptop untuk mencegahnya tercecer atau hilang. Dan untuk menjamin stylus pen dapat selalu digunakan, perangkat ini hanya butuh waktu pengecasan selama15 detik untuk penggunaan selama 45 menit.

Garaged stylus dan letak holdernya

Perlindungan Lengkap terhadap Kesehatan

Dua jalur interaksi kita dengan perangkat ini sudah diproteksi sedemikian rupa dan dibuktikan dengan sertifikasi.

Jalur interaksi pertama, yakni melalui mata ke layar (display). Untuk melindungi kesehatan mata penggunanya, layar Laptop Bisnis ASUS ExpertBoook B3 Flip dirancang rendah emisi cahaya biru (blueray). Ini dibuktikan dengan sertifikasi dari TUV Rheinland Certificate of Eye Protection.

Sementara jalur interaksi kedua, yakni keyboard, touchpad dan palm rest juga sudah dipastikan aman dan tidak akan menjadi media penyebaran bakteri maupun virus penyebab penyakit. Hal tersebut dibuktikan dengan ASUS Antibacterial Guard yang memenuhi standard ISO 22196.

Lolos Uji Tahan Banting

Hebatnya lagi Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip dijamin tahan banting. Dengan standard militer AS (MIL-STD 810H US) yang dimilikinya, perangkat terbukti mampu melewati bermacam uji coba ketahanan ekstrim, seperti temperatur dingin sampai suhu panas ekstrim, guncangan dan juga benturan. Ini dipersiapkan bahkan untuk mereka yang mungkin harus membawa perangkat ini ke lokasi yang ekstrim, misalnya area pertambangan.

Bisa dibayangkan, perangkat ini mampu menahan tekanan beban seberat 25 Kg pada panel, tanpa menyebabkan kerusakan pada LCD. Dengan ketangguhan yang dimiliki Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip ini, saya jadi tidak perlu khawatir kalau sewaktu-waktu si kecil datang mengambil alih perangkat ini saat saya bekerja dari rumah.

Perangkat Extra Kuat

Tidak sekedar tahan banting, Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip juga dilengkapi dengan braket penguat keyboard untuk melindungi perangkat saat kita mengetik terlalu kuat. Juga dilengkapi lapisan penahan cairan sehingga tidak mudah tembus ke dalam mesin. Perangkat ini jelas aman dibawa ke warkop tanpa khawatir ketumpahan kopi. Tidak cuma itu, port IN/OUT terbuat dari metal untuk menjamin kekuatannya.

Sebagai gamabaran lebih lengkapnya, berikut tabel spesifikasi Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip:

Source: www.asus.com

Kesimpulan

Pertama, kalian dan siapa pun adalah generasi agile, sepanjang kalian memutuskan untuk memilih jalan itu.

Kedua, generasi agile diperlukan untuk menjawab setiap perubahan. Tanpa kalian, siapa lagi.

Ketiga, untuk menjadi agile, tidak hanya diperlukan semangat menggebu, tetapi juga aksi nyata dan perangkat pendukung.

Keempat, setelah melihat spesifikasi laptop ASUS di atas, saya jadi tidak sabar untuk memiliki perangkat tersebut.

Kelima, jika kalian tertarik dengan si Agile, Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip ini, silahkan kepoin langsung ke websitenya ASUS.

Leave a Comment