Ayo Selamatkan Laut Dari Plastik

Isu Plastik Saat Ini

Setiap kali ke pantai atau laut, saya selalu menemukan banyak plastik yang mengapung atau berserakan di sepanjang pantai. Kalian pasti juga melihat hal yang sama. Selagi masih di Indonesia, saya yakin kita akan menjumpai pemandangan yang sama.

Pemandangan ini membuat mata saya menjadi gatal. Niat menikmati vitaminsea, tiba-tiba terkontaminasi toxicsea. Atau barangkali menurut teman-teman hamparan sampah plastik itu adalah pemandangan yang indah?. Tolong jawab jika ada yang punya pendapat berbeda.

Teman-teman, kalian pasti sudah tahu kalau plastik yang dibuang ke laut butuh waktu cukup lama untuk bisa hancur. Kabarnya, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), dan Woods Hole Sea Grant menyatakan bahwa satu botol plstik memerlukan waktu 450 tahun untuk hancur.

Tidak hanya sampai di situ, sampah plastik di laut lama kelamaan akan melepaskan mikroplastik. Yakni bagian-bagian kecil dari plastik (ukuran diameternya kurang dari 5 mm), mikroplastik ini mengandung zat kimia aditif yang berbahaya dan beracun terhadap kesehatan manusia, makhluk hidup air dan ekosistemnya.

Baca Juga: Melestarikan Lingkungan Kerja Galangan Kapal

Sampah Plastik Mengancam Laut

Sampah botol plastik (Picture Source: Pixabay)

Tahukah kalian jika saat ini diperkirakan 77 – 199 juta ton sampah yang sudah terbuang ke laut. Sekitar 8 juta ton sampah plastik terbuang ke laut setiap tahun. Ini sama dengan satu truk sampah plastik dibuang ke laut dalam setiap 1 menitnya. Angka ini diperkirankan semakin meningkat menjadi 2 truk per menit pada tahun 2030, dan 4 truk permenit pada tahun 2050.

Penambahan jumlah timbulan sampah disebabkan oleh peningkatan populasi manusia, perubahan pola konsumsi, gaya hidup dan semakin mudahnya akses terhadap pasar. Coba bayangkan sekali kalian berbelanja online, ada berapa lembar plastik yang digunakan untuk membungkus paket itu?.

Jika hal tersebut terus berlanjut, bisa dipastikan jumlah sampah akan semakin menumpuk. Dan yang paling mudah dan sering dijadikan sebagai tempat membuang sampah adalah laut. Jika kalian termasuk orang yang masih merasa tidak berdosa saat membuang sampah ke laut, semoga kalian cepat mendapatkan hidayah. Aamiin….

Peran Pemuda Selamatkan Laut dari Plastik

Teman-teman, khususnya anak muda, jika kalian belum tau, atau belum sadar, sini saya kasih tau ke kalian: “KITA PUNYA TANGGUNG JAWAB TERHADAP LAUT, TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN! PAHAM??.

So, kita harus apa?, mungkin kalian akan bertanya apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah sampah plastik. Jawabannya, ada banyak yang bisa dilakukan. Dari langkah yang sederhana sampai tindakan-tindakan besar bisa kita lakukan.

Melakukan kerja bakti bersih-bersih sampah di pantai?, Boleh. Atau mengajak masyarakat pesisir untuk memungut sampah-sampah plastik di sekitar tempat tinggal mereka?, itu juga boleh. Tetapi ini adalah langkah kuratif, dan sebenarnya yang jauh lebih penting dilakukan adalah langkah preventif.

Langkah preventif artinya melakukan pencegahan. Mencegah sampah jangan sampai dibuang ke laut. Melakukan pencegahan dari diri sendiri. Dari keluarga atau orang-orang yang berada dalam satu rumah kita. Caranya dengan melakukan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).

Reduce, artinya mengurangi timbulnya sampah plastik. Contoh sederhannya ketika kita berbelanja ke pasar atau toko. Untuk mengurangi timbulnya sampah plastik dari belanjaan kita, maka sediakanlah tas belanja yang bisa digunakan berulang kali.

Reuse, yakni menggunakan atau memanfaatkan ulang kemasan plastik tersebut. Beberapa pegiat lingkungan dari berbagai daerah menampilkan hasil kreasi mereka yang berbahan plastik bekas. Tapi ini masih perlu inovasi agar jumlah serapan sampahnya bisa lebih meningkat.

Recycle, melakukan daur ulang sampah plastik. Saat ini sudah mulai ada gerakan bank sampah, masyarakat bekerja sama dengan pengepul dan pengusaha daur ulang sampah.

Tetapi Langkah tersebut masih sangat minim dijalankan oleh masyarakat. Karena orientasi mereka masih kebanyakan untuk memperoleh uang, sehingga masih dilakukan setengah hati. Mengingat nilai ekonomis dari daur ulang sampah ini dirasa masih sangat kecil.

Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

Partisipasi aktif melalui aksi nyata, kita sebagai anak muda harus memulai dari diri sendiri. Dengan merubah pola konsumsi, membatasi budaya instant dengan menggunakan produk-produk alami guna ikut menjaga kelestarian hutan dan laut.

Partisipasi aktif melalui aksi nyata, kita sebagai anak muda harus memulai dari diri sendiri. Dengan merubah pola konsumsi, membatasi budaya instant dengan menggunakan produk-produk alami guna ikut menjaga kelestarian hutan dan laut.

Berikut Langkah-langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah plastik:

Picture Source: Pixabay

1. Kita harus tegas menolak penggunaan plastic sekali pakai. Caranya adalah dengan menyediakan tas saat berbelanja, sehingga kita tidak perlu lagi membawa kantongan plastic pulang ke rumah. Cukup menggunakan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali.

2. Siapkan botol air minum sendiri yang bisa dibawa bepergian. Sangat baik lagi jika pengelola tempat publik menyediakan stok air minum, sehingga orang-orang dapat mengisi botol air minumnya.

Picture Source: Pixabay

3. Siapkan sedotan atau pipet. Ini terlihat sepele, tetapi kitab isa hitung berapa banyak pipet plastik yang dibuang kelingkungan. Bahkan walaupun pipet tersebut sebenarnya tidak benar-benar diperlukan. Jika kalian adalah pengelola rumah makan atau café, buat kebijakan membetasi pipet dengan cara menanyakan ke pelanggan kalian apakah mereka butuh pipet atau tidak. Ini juga cukup efektif untuk membatasi pipet. Bukan pelit atau ngirit, tapi komitmen terhadap lingkungan.

Pipet plastik (Picture Source: Pixabay)

4. Jika terpaksa mengkonsumsi minuman kemasan, pastikan botol minuman tersebut dibuang pada tempat sampah khusus plastik agar mudah dilakukan daur ulang.

5. Takeout containers, kemasan saat memesan makanan takeout juga merupakn sumber timbulan sampah plastik. Jika kalian memesan makanan, sebaiknya bawalah kemasan sendiri. Mangkok atau rantang bisa digunakan untuk ini. Tidak perlu malu atau gengsi, sebagian orang di kota-kota besar juga sudah melakukan ini kok.

Kesimpulan

Sampah plastik merupakan ancaman serius terhadap mikrooganisme, makhluk hidup laut dan termasuk kehidupan manusia secara keseluruhan. 

Beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan sebagai komitmen untuk melindungi laut kita dari ancaman sampah plastik.

Aksi untuk menyelamatkan laut harus dimulai dari sekarang, agar kita tidak semakin terlambat untuk melakukannya.

Leave a Comment