Bahaya Tenggelam dan Keselamatan Kerja di Tepi Air

Baru-baru ini ada berita di media online yang mengabarkan tentang seorang karyawan yang bekerja di galangan kapal meninggal akibat tenggelam. Dari informasi tersebut diketahui bahwa karyawan terjatuh, kepalanya terbentur dan kemudian terbawa arus. Korban sempat dinyatakan hilang dan baru ditemukan keesokan harinya.

Belajar dari kejadian kecelakaan tersebut, bagi yang akan bekerja di tepi/atas permukaan air harus selalu mewaspadai bahaya tenggelam.

Banyak orang yang berdalih bisa berenang sehingga tidak perlu khawatir akan keselamatannya jika sewaktu-waktu terjatuh ke air. Faktanya, dalam banyak kejadian orang yang tenggelam diketahui memiliki kemampuan berenang.

Seperti pada kasus yang diberitakan di atas, korban pingsan akibat benturan di kepalanya saat terjatuh dan kemudian terbawa arus. Tentu dengan kondisi seperti ini, kita tidak bisa lagi berharap pada kemampuan berenang.

Banyak hal yang menjadi penyebab kecelakaan saat bekerja di tepi/permukaan air. Dari berbagai kasus kejadian korban tenggelam disebabkan oleh:

  1. Korban tidak bisa berenang. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk berenang. Meskipun di sekolah dulu ada kurikulum mata pelajaran olahraga renang, tapi kenyataannya banyak orang yang belum bisa berenang.
  2. Korban kram atau kelelahan saat berenang. Kalau pun mampu berenang, seseorang bisa saja kelelahan atau mengalami kram sehingga tidak terselamatkan.
  3. Arus kencang, sekuat apapun seseorang dalam kondisi arus perairan yang deras akan sulit berhasil menyelamatkan diri.
  4. Korban pingsan/tidak sadarkan diri. Saat terjatuh, korban terbentur pada objek dan pingsan atau tidak sadarkan diri.
  5. Panik, ini adalah faktor utama yang menggagalkan upaya penyelamatan, baik kepada diri sendiri atau pun orang lain. Kepanikan satu orang dapat mencelakakan yang lainnya.

Apakah kita masih bisa merasa cukup aman dari bahaya yang mengancam saat bekerja di tepi/ atas permukaan air?

Dari berbagai kejadian yang sudah ada semestinya cukup menjadi pembelajaran buat kita. Tidak ada lagi alasan bagi siapa saja yang akan bekerja di tepi/atas permukaan air untuk mengabaikan syarat keselamatan.

Saran-saran keselamatan selama bekerja di tepi/atas permukaan permukaan air:

  1. Sedapat mungkin, hindari bekerja di dekat tepi/atas permukaan air, pindahkan posisi pekerjaan jika memungkinkan.
  2. Pasang pagar penghalang untuk mencegah orang terjatuh ke air. Hal ini dapat merujuk kepada aturan Kepmenaker RI Nomor 9 Tahun 2016 tentang K3 bekerja di ketinggian.
  3. Persiapkan personel atau karyawan yang hendak bekerja di tepi/atas permukaan air agar siap secara fisik dan mental, salah satu yang dilakukan adalah memastikan mereka mampu berenang. Beberapa paket pelatihan sea survival atau teknik bertahan di air sudah ditawarkan oleh perusahaan jasa pelatihan,
  4. Pastikan pencahayaan tercukupi, terutama saat kegiatan aktivitas di malam hari,
  5. Perhatikan adanya pengaruh pasang surut permukaan air atau pergerakan gelombang. Hindari bekerja di tepi permukaan air pada saat cuaca buruk atau angin kencang.
  6. Persiapkan alat penolong orang jatuh atau lifebuoy pada tempat-tempat yang mudah dijangkau untuk digunakan sewaktu-waktu ada orang jatuh ke air.
  7. Apabila diperlukan, lengkapi setiap personel atau karyawan yang bekerja di dekat permukaan air dengan life jacket atau pelampung. Mengenai peraturan penggunaan alat pelindung diri, kita dapat merujuk ke situs U.S Coast Guard.
  8. Lakukan pelatihan dan simulasi pertolongan terhadap orang yang jatuh ke air.

Dengan memahami potensi bahaya bekerja di tepi/permukaan air, akan menumbuhkan kesadaran kita untuk melakukan pengendalian terhadap resiko yang mungkin ada. Under estimate adalah penyebab timbulnya penyesalan di kemudian hari. Semoga menjadi tambahan informasi dan memberikan manfaat.

Disclaimer:
Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi dan dipaparkan secara subjektif. Untuk dijadikan sebagai acuan tentunya harus dilakukan penelitian dan kajian secara ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *