Potensi Bahaya dalam Proses Coating di Galangan Kapal

Coating bertujuan untuk memperlambat proses korosi pada bangunan kapal (ship building), memperlambat atau mencegah tumbuhnya biota laut pada body kapal, khususnya pada bagian underwater. Selain itu, coating juga bertujuan mengurangi gesekan body kapal dengan permukaan air laut saat kapal beroperasi nantinya.

Berikut adalah langkah-langkah proses coating pada bangunan kapal:

1. Abrasive Blasting

Setelah kapal duduk manis di atas support (pengganjal), maka yang pertama dilakukan adalah membersihkan sisa cat, karat dan biota (biasanya tiram atau lumut) yang menempel pada body kapal. Salah satu metode untuk membersihkan permukaan body kapal adalah dengan abrassive blasting.

Aktivitas ini merupakan pembersihan permukaan material dengan cara penyemprotan udara bertekanan tinggi (high pressure). Udara bertekanan ini nantinya mendorong media yang disemprotkan berupa pasir silika, air, steel grit, steel shot, garnet, coper slag dan lain-lain.

Setelah proses penyemprotan yang dilakukan oleh tim blaster, maka petugas Quality Control (QC) akan melakukan pengecekan kualitas pekerjaan dan meminta perbaikan jika ada kekurangan, atau sebaliknya mengizinkan proses dilanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni aplikasi cat.

Pada umumnya, di galangan kapal masih menggunakan pasir silika sebagai media abrasive blasting. Alasannya tentu dari segi anggaran, selain karena waktu yang diperlukan lebih singkat, harga dari pasir silica juga cukup murah dibandingkan media abrasive blasting lainnya.

Sayangnya metode penggunaan pasir silica sebagai media abrasive blasting ini tidak ramah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Debu yang dihasilkan dari abrasive blasting berupa debu halus silica yang dapat terhirup oleh manusia dan menempel pada dinding paru-paru. Selain itu, media pasir yang disemprotkan juga telah bercampur dengan karat dan sisa cat yang semula masih menempel pada body kapal. Hal ini menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Identifikasi Bahaya Sandblasting:

Beberapa potensi bahaya sandblasting:

  1. Debu silika yang terhirup manusia akan menempel pada dinding paru-paru dan menyebabkan penyakit silicosis,
  2. Tingkat kebisingan dari aktivitas sandblasting dapat menyebabkan NIHL (Noise Indirect Hearing Loss),
  3. Kompressor yang digunakan adalah merupakan bejana bertekanan,
  4. Hose-hose sandblasting dan nozel blasting yang digunakan, semuanya membawa tekanan yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bahaya mekanikal,
  5. Sandpot yang digunakan sebagai mixer antara udara dan pasir juga termasuk bejana bertekenan,
  6. Pergesekan antara permukaan benda dan media pasir blasting dapat menimbulkan percikan api, perhatikan adanya potensi bahaya kebakaran.

Pengendalian Bahaya Sandblasting:

Jika memungkinkan untuk mengganti metode sandblasting dengan yang lain, hal ini sangat disarankan. Namun apabila metode ini tetap harus digunakan, maka berikut saran-saran yang dapat dilakukan:

  1. Sebelum digunakan, periksa seluruh peralatan untuk memastikan kondisinya layak beroperasi,
  2. Gunakan peralatan yang sesuai dengan spesifikasinya (compressor, hose blasting, gun, dan sand pot),
  3. Atur waktu pekerjaan sandblasting agar tidak bersamaan dengan aktivitas lain,
  4. Periksa dan pastikan tidak ada bahan mudah terbakar di sekitar kegiatan sandblasting,
  5. Gunakan safety wire pada setiap sambungan (coupling) hose-hose untuk mencegah bahaya mekanikal saat coupling terlepas,
  6. Tetapkan batas area pekerjaan (zonasi), hanya tim yang terlibat dalam pekerjaan sandblasting yang boleh masuk,
  7. Setiap pekerja yang terlibat harus terlatih dan paham dengan sistem keselamatan kerja sandblasting,
  8. Karyawan yang terlibat harus menggunakan alat pelindung diri yang dipersyaratkan.

Alat pelindung diri yang diperlukan dalam kegiatan sandblasting, antara lain:

  • Helm blasting atau air fed blast helmet
  • Masker debu (dust masker)
  • Pelindung telinga (Ear muffs/ear plugs)
  • Wearpack/Blast apron
  • Sarung tangan kulit/leather gloves
  • Safety shoes

2. Painting

Kegiatan painting atau pengecatan adalah proses lanjutan setelah permukaan pelat kapal diblasting. Fungsi dari painting ini adalah untuk melindungi seluruh permukaan logam kapal agar tidak mudah terjadi karat, mengurangi gesekan antara permukaan air dan body kapal, dan untuk tujuan estetika penampilan kapal.

Sama halnya dengan sandblasting, proses painting juga memiliki risiko terhadap keselamatan dan Kesehatan sehingga perlu dilakukan pengendalian untuk mencegah kerugian.

Identifikasi potensi bahaya painting:

  1. Bahan dasar cat yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun biota yang ada di lingkungan sekitar,
  2. Masih terkait bahan cat, selain bersifat toksik atau beracun, juga mudah terbakar, bahkan uap pada konsentrasi yang tinggi dapat meledak jika terkena percikan api.
  3. Pada proses painting di dalam ruangan, resiko semakin meningkat disebabkan ventilasi yang kurang sehingga konsentrasi uap cat semakin tinggi.
  4. Bahaya pada penggunaan high pressure airless sprayer, yakni alat yang digunakan untuk menyemprotkan cat ke permukaan pelat atau benda yang dicat. Tekanan tinggi dari airless sprayer ini dapat menyebabkan luka terbuka pada bagian tubuh yang terkena. Meskipun luka yang ditimbulkan tampak seperti luka biasa, namun dampak dari masuknya material cat ke dalam tubuh dapat berakibat serius. Penanganan medis berupa operasi bahkan amputasi pada organ yang terkontaminasi bahan cat terkadang harus dilakukan.

Pengendalian Bahaya Painting

  1. Kenali sifat material dasar penyusun cat (lihat safety data sheet) pada produk yang digunakan,
  2. Pastikan kemasan (kaleng) cat dalam kondisi kedap dan tidak bocor,
  3. Untuk mencegah bahaya kebakaran, simpan cat pada tempat yang sudah ditentukan dengan ventilasi yang baik dan terpasang rambu-rambu peringatan bahaya.
  4. Lakukan pengaturan jadwal atau waktu kerja agar kegiatan painting tidak bersamaan dengan pekerjaan lain, terutama pekerjaan panas (hot work),
  5. Gunakan pelindung pernapasan “Respirator/Air fed mask” yang memenuhi persyaratan keselamatan. Biasanya menggunakan respirator dengan aproval ANSI Z88.2-1992 dan lain sebagainya.
  6. Saat melakukan painting dengan menggunakan semprotan (high pressure airless sprayer) karyawan harus mengenakan alat pelindung diri yang menutup seluruh permukaan tubuh dari paparan cat.

Pengawasan Khusus Pekerjaan Painting di Ruang Terbatas:

  • Pekerjaan painting di ruang terbatas memerlukan persiapan yang lebih baik, karena pekerjaan painting dalam kondisi seperti ini tingkat resiko lebih tinggi dibandingkan pada proses terbuka.
  • Gunakan blower untuk membantu sirkulasi udara dan mengeluarkan uap cat dari ruangan,
  • Gunakan penerangan yang berupa lampu “Flame Proof”,
  • Atur lamanya waktu kerja bagi karyawan untuk mengurangi lamanya terpapar bahan cat.

Setelah Pekerjaan Painting:

  • Kumpulkan dan tempatkan sisa dan kemasan bekas yang masih terkontaminasi pada tempat yang telah ditentukan.
  • Bersihkan semua sisa-sisa cat, terutama yang melekat pada tubuh dan pakaian.
  • Bersihkan diri sebelum pulang dan berkumpul dengan keluarga,
  • Cuci pakaian kerja secara terpisah dari pakaian sehari-hari untuk mencegah kontaminasi

Demikian gambaran bahaya dan saran-saran pengendalian potensi bahaya dari aktivitas Coating di galangan kapal. Semoga bermanfaat, jika ada kritik dan saran, silahkan sampaikan di kolom komentar.

Disclaimer:

Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi dan dipaparkan secara subjektif. Untuk dijadikan sebagai acuan tentunya harus dilakukan penelitian dan kajian secara ilmiah..

Leave a Comment