Keselamatan Kerja Blasting dan Painting

Sandblasting

Di galangan kapal, dikenal pekerjaan abrassive blasting. Aktivitas ini merupakan pembersihan permukaan material dengan metode penyemprotan udara bertekanan tinggi (high pressure). Media yang disemprotkan dapat berupa pasir silika, air, steel grit, steel shot, garnet, coper slag dan lain-lain.

Pada umumnya, aktivitas di galangan kapal akan menggunakan pasir silika sebagai media abrasive blasting. Sayangnya, metode blasting menggunakan pasir silica atau sandblasting ini sangat tidak ramah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.  Debu yang dihasilkan dari blasting menjadi ancaman serius bagi kesehatan pernapasan manusia dan ekosistem yang terdampak.  

Identifikasi Bahaya Sandblasting:

Beberapa potensi bahaya sandblasting:

  1. Debu silika dapat menyebabkan penyakit silicosis
  2. Kebisingan dapat menyebabkan NIHL (Noise Indirect Hearing Loss). Mengenai nilai ambang batas kebisingan dapat melihat tabel NAB berdasarkan Kepmenaker No. 51 tahun 1999.
  3. Kompressor yang digunakan adalah merupakan bejana bertekanan. Untuk keselamatan penggunaannya, silahkan melihat referensi tentang keselamatan pengoperasian kompressor.
  4. Hose-hose sandblasting hingga gun yang digunakan, semuanya membawa tekanan yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bahaya mekanikal. Beberapa kasus hose sandblasting pecah dan pasir bertekanan mengenai personel yang bekerja, coupling hose terlepas dan mengenai karyawan yang ada di sekitar.
  5. Sandpot yang digunakan sebagai mixer antara udara dan pasir perlu diperhatikan kondisinya, terutama kemampuannya dalam menampung tekanan udara yang disuplai dari compressor. Jika memungkinkan, pengurus sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sandpot blasting ini.
  6. Pergesekan antara permukaan benda dan media pasir blasting dapat menimbulkan percikan api, perhatikan adanya potensi bahaya kebakaran atau ledakan jika kegiatan sandblasting dilakukan

Pengendalian Bahaya Sandblasting:

Jika memungkinkan untuk mengganti metode sandblasting dengan yang lain, hal ini sangat disarankan. Namun apabila tetap harus menggunakan metode ini, maka berikut saran-saran yang dapat dilakukan (meskipun tidak ada jaminan menurunkan resiko secara penuh):

  1. Lakukan pemeriksaan terhadap peralatan sebelum digunakan,
  2. Gunakan peralatan yang sesuai dengan spesifikasinya (compressor, hose blasting, gun, dan sand pot),
  3. Atur waktu pekerjaan sandblasting agar tidak bersamaan dengan aktivitas lain,
  4. Tetapkan batas area yang terdampak debu, kebisingan atau pun percikan pasir blasting,
  5. Hindari pekerjaan sandblasting di dekat penampungan bahan yang mudah terbakar (flammable material),
  6. Gunakan safety wire pada setiap sambungan (coupling) hose-hose untuk mencegah bahaya mekanikal saat coupling terlepas,
  7. Batasi area pekerjaan, akses hanya diizinkan untuk tim yang terlibat pekerjaan sandblasting,
  8. Setiap pekerja yang terlibat harus terlatih dan paham dengan sistem kerja blasting,
  9. Karyawan yang terlibat harus menggunakan alat pelindung diri yang dipersyaratkan.

Alat pelindung diri yang diperlukan dalam kegiatan sandblasting, antara lain:

  • Helm blasting atau air fed blast helmet
  • Masker debu (dust masker)
  • Pelindung telinga (Ear muffs/ear plugs)
  • Wearpack/Blast apron
  • Sarung tangan kulit/leather gloves
  • Safety shoes

Painting

Kegiatan painting atau pengecatan adalah proses lanjutan setelah permukaan pelat kapal diblasting. Fungsi dari painting ini adalah untuk melindungi seluruh permukaan logam kapal agar tidak mudah terjadi karat, mengurangi gesekan antara permukaan air dan body kapal dan tentunya mempercantik penampilan kapal.

Meskipun memiliki manfaat yang besar terhadap bangunan sebuah kapal, namun proses painting ini perlu dipersiapkan pelaksanaannya, mengingat potensi bahaya yang menyertainya.

Identifikasi potensi bahaya painting:

  1. Bahan dasar cat yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun biota yang ada di lingkungan sekitar,
  2. Masih terkait bahan cat, selain bersifat toksik atau beracun, juga mudah terbakar, bahkan uap pada konsentrasi yang tinggi dapat meledak jika terkena percikan api.
  3. Pada proses painting di dalam ruangan, resiko semakin meningkat disebabkan ventilasi yang kurang sehingga konsentrasi uap cat semakin tinggi.
  4. Bahaya pada penggunaan high pressure airless sprayer, yakni alat yang digunakan untuk menyemprotkan cat ke permukaan pelat atau benda yang dicat. Tekanan tinggi dari airless sprayer ini dapat menyebabkan luka terbuka pada bagian tubuh yang terkena. Meskipun luka yang ditimbulkan tampak seperti luka biasa, namun dampak dari masuknya material cat ke dalam tubuh dapat berakibat serius. Penanganan medis berupa operasi bahkan amputasi pada organ yang terkontaminasi bahan cat terkadang harus dilakukan.

Pengendalian Bahaya Painting

  1. Kenali sifat material dasar penyusun cat (lihat safety data sheet) pada produk yang digunakan,
  2. Pastikan kemasan (kaleng) cat dalam kondisi kedap dan tidak bocor,
  3. Untuk mencegah bahaya kebakaran, simpan cat pada tempat yang sudah ditentukan dengan ventilasi yang baik dan terpasang rambu-rambu peringatan bahaya.
  4. Lakukan pengaturan jadwal atau waktu kerja agar kegiatan painting tidak bersamaan dengan pekerjaan lain, terutama pekerjaan panas (hot work),
  5. Gunakan pelindung pernapasan “Respirator/Air fed mask” yang memenuhi persyaratan keselamatan. Biasanya menggunakan respirator dengan aproval ANSI Z88.2-1992 dan lain sebagainya.
  6. Saat melakukan painting dengan menggunakan semprotan (high pressure airless sprayer) karyawan harus mengenakan alat pelindung diri yang menutup seluruh permukaan tubuh dari paparan cat.

Pekerjaan painting di ruang terbatas:

  • Pekerjaan painting di ruang terbatas memerlukan persiapan yang lebih baik, karena pekerjaan painting dalam kondisi seperti ini tingkat resiko lebih tinggi dibandingkan pada proses terbuka.
  • Gunakan blower untuk membantu sirkulasi udara dan mengeluarkan uap cat dari ruangan,
  • Gunakan penerangan yang berupa lampu “Flame Proof”,
  • Atur lamanya waktu kerja bagi karyawan untuk mengurangi lamanya terpapar bahan cat.

Usai melakukan painting:

  • Kumpulkan dan tempatkan sisa dan kemasan bekas yang masih terkontaminasi pada tempat yang telah ditentukan.
  • Bersihkan semua sisa-sisa cat, terutama yang melekat pada tubuh dan pakaian.
  • Bersihkan diri sebelum pulang dan berkumpul dengan keluarga,
  • Cuci pakaian kerja secara terpisah dari pakaian sehari-hari untuk mencegah kontaminasi

Demikian gambaran bahaya dan saran-saran pengendalian potensi bahaya dari aktivitas sandblasting dan painting di galangan kapal. Semoga bermanfaat, jika ada kritik dan saran, silahkan sampaikan di kolom komentar.

Disclaimer:

Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi dan dipaparkan secara subjektif. Untuk dijadikan sebagai acuan tentunya harus dilakukan penelitian dan kajian secara ilmiah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *