Melestarikan Lingkungan Kerja Galangan Kapal

Salah satu tanggung jawab dalam bekerja adalah menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kerusakan akibat dari aktivitas produksi perusahaan.

Kewajiban terkait lingkungan diatur dalam undang-undang Nomor 32 tahun 2009. Namun mengalami beberapa perubahan di dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Terlepas dari adanya undang-undang atau peraturan dari pemerintah yang mengatur tentang lingkungan, sebagai makhluk sosial, manuasia secara dasarnya telah memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungannya.

Lingkungan yang terdiri atas udara, air dan tanah harus dipastikan tidak rusak. Ketiga unsur ini menjadi tanggung jawab bersama, agar tetap terjaga kelestariannya.

Udara

Di dalamnya terkandung kurang lebih 30 persen oksigen yang merupakan kebutuhan hidup manusia. Kesehatan manusia akan terpengaruh dari kondisi udara yang dihirupnya. Dan bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan juga akan tepengaruh dari dampak udara yang buruk.

Di muka bumi ini, manusia adalah yang paling bertanggung jawab menjaga udara agar tetap sesuai komposisinya. Hal yang mungkin merusak kualitas udara adalah masuknya zat seperti gas-gas, maupun partikel-partkel padat.

Semua zat yang mengganggu keseimpbangan komposisi udara disebut sebagai pulutan. Sumber polutan bisa dari kegiatan manusia, atau pun secara alami. Polutan yang berasal dari alam tidak banyak yang mampu dikontrol.

Namun yang terpenting adalah polutan yang muncul dari kegiatan manusia. Alat transportasi, pabrik, pnggalian mineral, pengoperasian tenaga pembangkit listrik, pemusnahan bahan residu/ sampah dari kegiatan sehari-hari dan sebagainya.

Air

Sebagian besar penyusun bumi adalah air. Ia juga merupakan kebutuhan pokok manusia dan semua makhluk hidup. Bisa dibayangkan bumi tanpa air bersih.

Kegiatan manusia yang tidak memperhatikan lingkungan adalah faktor utama penyebab tercemarnya air. Manusia harus bijaksana dalam hal ini.

Mulai dari perambahan hutan, pengerukan permukaan tanah, kegiatan pertambangan, industri dan aktivitas lainnya yang dapat menjadi sumber zat pencemar air.

Tanah

Tempat segala jenis tumbuhan yang menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan adalah tanah. Kerusakan tanah berarti ancaman bagi kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan.

Masuknya materi sintetik yang dihasilkan oleh pabrik tidak mampu diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Material sintetis lama kelamaan akan menumpuk di atas permukaan tanah.

Limbah mengandung bahan kimia juga mencemari tanah. Tumbuh-tumbuhan akan menjadi sulit untuk hidup. Sumber makanan akan terbatas. Kurangnya tumbuhan juga akan berpengaruh terhadap menipisnya kadar oksigen di udara.

Pencemaran Lingkungan pada Aktivitas Di Galangan Kapal

Bahan berupa B3 terkadang perlu digunakan dalam aktivitas kerja galangan kapal

Berbagai macam kegiatan di galangan kapal dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini tentu akan memberikan dampak buruk dalam jangka panjang.

  • Debu blasting dan pasir sisa blasting
  • Sisa cat untuk kegiatan coating
  • Kaleng-kaleng bekas cat
  • Sampah logam
  • Limbah cair dari kegiatan cleaning tangki
  • Bagian-bagian bekas perbaikan mesin kapal

Upaya Pengendalian Pencemaran

Dari sekian banyak pencemaran yang muncul dalam kegiatan pembangunan, perbaikan atau pun pembongkaran kapal, diperlukan adanya upaya agar lingkungan tidak menjadi rusak karenanya.

Melalui penerapan keselamatan kerja dan lindungan lingkungan, dilakukan pengelolaan sumber pencemar lingkungan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Mengumpulkan zat zat pencemar
  • Melakukan threatment terhadap zat pencemar sesuai dengan jenisnya
  • Melakukan upaya reduce, yakni mengurangi timbulnya sumber pencemar
  • Memanfaatkan ulang zat yang berpotensi menjadi pencemar tersebut
  • Dan yang terakhir adalah bekerja sama dengan pihak pengelola yang memiliki izin untuk menangani limbah secara resmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *