Memilih Karir Sebagai Profesional HSE

Jika anda termasuk orang yang menyukai tantangan dan mode kerja yang dinamis, maka posisi sebagai Profesional HSE (Health, Safety and Environment) di perusahaan mungkin bisa menjadi pilihan karier anda.

Walaupun belum sepopuler dengan bidang pekerjaan lain, akan tetapi profesi sebagai HSE di perusahaan saat ini mulai banyak diminati. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah orang yang mengikuti training atau pun pendidikan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dewasa ini, Ahli K3 atau profesional HSE semakin banyak dibutuhkan oleh perusahaan karena merupakan persyaratan legal. Artinya, keberadaan Profesional HSE di perusahaan telah diatur dalam regulasi pemerintah. Tanpa adanya Ahli K3 bisa saja sebuah perusahaan akan dicabut izin operasionalnya.

Mengapa orang berminat jadi HSE?, berikut ini beberapa alasannya.

Keutamaan Berkarir di Bidang HSE

Beberapa keunggulan berkarir sebagai HSE:

  • Bidang HSE adalah profesi global, artinya seoarng Profesional HSE dapat diterima bekerja di industri mana pun secara global. Terbukti, banyak senior-senior HSE dari Indonesia yang bkerja di luar negeri, seperti Qatar, Dubai, Vietnam dll.
  • Kesempatan menguasai keterampilan baru. Profesional HSE memiliki akses pekerjaan secara menyeluruh di dalam perusahaan. Hal ini memberikan kesempatan untuk memahami proses bisnis suatu industri dan tentuanya membuka peluang baru dalam kariernya.
  • Keselamatan kerja adalah bidang yang selalu berkembang, tidak akan mengalami stagnan. Setiap waktu ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, bidang HSE akan terus mengikuti perkembangan tersebut.
  • Profesinal HSE semakin banyak dibutuhkan sejalan dengan perkembangan dunia bisnis. Kebijakan global menjadikan K3 sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Terlebih lagi dalam masa pandemic.
  • Prinsip dasar bidang HSE cukup sederhana dan mudah dipahami, konsepnya hanya seputar risk assessment (penilaian risiko) dan langkah pengendalian (hierarchy of control).
  • Personil HSE adalah orang-orang yang penuh dedikasi di perusahaan, tugas mereka adalah memberikan edukasi kepada karyawan tentang keselamatan kerja dan perilaku  hidup sehat. Pekerjaan yang mulia bukan?
  • Salary yang menarik. Berdasarkan data yang dirilis oleh Persolkelly, sebuah perusahaan jasa pelayanan Human Resources menyatakan bahwa untuk posisi di bidang safety (K3) kisaran gajinya dari Rp 5.000.000,- hingga Rp. 125.000.000,- juta per bulan. Tergantung pada tingkat pengalaman kerja, dan jenis industri tempat ia bekerja. (Sumber: Persolkelly).

BACA JUGA: Kenapa Mau Jadi HSE Officer?

Hal-Hal yang Diperlukan Seorang Profesional HSE

  • Kemampuan komunikasi yang baik, professional HSE harus mampu menarik empati dan menggunakan intuisi terhadap kebutuhan-kebutuhan karyawan, mulai dari level pelaksana hingga ke manajerial.
  • Fokus pada hal-hal detail dan melakukan analisis  proaktif. Penilain risiko dan identifikasi potensi-potensi bahaya adalah inti dari penerapan K3. Mengabaikan hal-hal kecil justru dapat mengakibatkan kecelakaan fatal dan kerugian besar.
  • Kemampuan adaptasi dan belajar hal-hal baru. Professional HSE akan selalu menemukan tantangan baru dalam setiap pekerjaannya.
  • Pengakuan secara nasional maupun global dengan sertifikasi kompetensi yang diakui. Di Indonesia ada sertifikat yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Untuk global ada IOSH managing safely, dan IGC NEBOSH.
  • Harus memahami bagaimana proses bisnis dijalankan. HSE professional harus berada di posisi sebagai kontrol agar perkerja beraktivitas dengan aman dan sekaligus melindungi agar operasional perusahaan tetap berjalan.
  • Memiliki stamina yang baik. HSE akan menghabiskan waktu dan energinya untuk berkeliling site, melaukkan kegiatan pengecekan dan pengujian (inspection and testing), memberikan pelatihan dan lain sebagainya yang menguras banyak energi.
  • Problem solving, tidak hanya jago menemukan masalah, HSE juga dituntut untuk mampu memeberikan solusi yang tepat terhadap sebuah kondisi terkait K3.
  • Melek teknologi, HSE professional tidak boleh ketinggalan dengan perkebangan teknologi. Banyak perangkat lunak dan perangkat keras yang hari ini digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia, termasuk untuk pekerjaan seorang HSE.

Deskripsi Pekerjaan Profesional HSE

Pada umumnya, seorang profesional HSE bertugas mengidentifikasi potensi-potensi bahaya di tempat kerja dan melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi kerugian, baik berupa cedera maupun kerusakan asset (property) perusahaan. Deskripsi tugas HSE di perusahaan antara lain setidaknya mencakup:

  • Identifikasi bahaya di lingkungan kerja
  • Menilai faktor-faktor risiko lingkungan kerja yang dapat memberi dampak negatif terhadap keselamatan dan Kesehatan pekerja, seperti pencahayaan, iklim kerja, ergonomi dan peralatan kerja.
  • Mengembangkan dan menerapkan upaya pencegahan hilangnya hari kerja (work days atau loss time) akibat cedera atau sakit akibat kerja.
  • Melaksanakan training atau pelatihan terkait isu keselamatan kerja, misalnya tanggap darurat di tempat kerja.
  • Melakukan inspeksi tempat kerja untuk memenuhi kebijakan keselamatan kerja (HSE Policy),
  • Melakukan investigasi kecelakaan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Petugas HSE
Personil HSE memberikan pengarahan kepada kru kapal costumer mengenai peraturan K3 di sebuah galangan kapal

Memulai Karir Profesional HSE

Ada beberapa jalur orang memulai karir sebagai HSE di perusahaan. Ada yang memang sejak awal berminat di bidang ini, namun ada juga yang “banting stir” di tengah jalan, dan kemudian memilih berkarir HSE. Berikut penjabarannya:

  • Pertama, orang memulai perjalanan karir di bidang HSE dengan terlebih dahulu menempuh pendidikan khusus di bidang K3. Alumni program studi K3 dari perguruan tinggi adalah orang-orang yang memang telah menanamkan minatnya di bidang HSE. Mereka mengikuti perkuliahan K3, magang K3, melakukan penelitian dan menulis karya tulis ilmiah seputar keselamatan kerja.   
  • Kedua, ada orang yang bekerja di perusahaan dengan jabatan tertendut, namun diminta untuk sekaligus menangani urusan keselamatan kerja. Misalnya staff HR atau GA yang diberi job desc menangani K3. Namun seiring waktu, mereka semakin tertarik dengan bidang HSE. Orang-orang ini bisa mengikuti training dan sertifikasi keselamatan kerja (seperti Ahli K3 Umum) atau Safety Officer Development. Dari sini, seseorang bisa memulai karirnya sebagai professional HSE.
  • Ketiga, Memulai bekerja sebagai safety man atau junior safety officer, yang mereka bekerja di bawah instruksi seorang senior atau HSE Manager. Seiring pengalaman di lapangan, mereka akan semakin memahami prinsip-prinsip penerapan keselamatan kerja. Jalan ini membukan peluang baginya untuk menjadi profesional HSE. Mungkin bukan di tempat ia bekerja saat itu, tetapi dia memiliki peluang di tempat lain.

Kira-kira demikianlah pemaparan tentang pertimbangan memilih berkarir sebagai HSE, keterampilan yang diperlukan, gambaran tugas-tugasnya, dan jalur-jalur untuk memulai karir profesional HSE. Semoga bermanfaat.

Bagi yang memiliki pengalaman lain dalam menjalani karir sebagai profesional HSE, silahkan dishare di kolom komentar. Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan dibagikan kepada siapa saja yang berminat di bidang K3. Tapi jangan lupa cantumkan sumbernya! LoL….

Leave a Comment